Tampilkan postingan dengan label Seputar Cafe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Cafe. Tampilkan semua postingan
Sekelumit Tentang Kafe Di Kota Malang
Diposting oleh
Kris
|
Label:
Seputar Cafe
Sosiolog berkebangsaan Jerman, Juergen Habermas (1989) mencandra bahwa munculnya lembaga publik baru (new public institution) dii Eropa Barat pada sekitar abad 17 dan 18 menjadi titik-awal lahirnya “bourgeois public sphere”. Lembaga-lembaga publik baru itu berupa klub-klub, majalah-majalah, jurnal-jurnal, kedai-kedai kopi, salon-salon, dan ruang-ruang kafe lantai atas (cenacles).
Artinya, dalam bacaan Habermas, Kafe dan kedai kopi menjadi salah-satu institusi publik baru yang sanggup menghadirkan “new sub-culture” bagi masyarakat Eropa. Di kafe dan kedai kopi itu terjadi pertukaran diskursus kebudayaan borjuasi yang mendorong tumbuhnya kesadaran intelektual baru, yang lebih terbuka dan progresif, berbeda dengan diskursus lama yang relatif tertutup dan konservatif.
Menjamurnya kedai kopi dan kafe di Eropa Barat kala itu merupakan imbas dari ditemukannya “minuman ajaib” yang berasal dari biji kopi yang kemudian ditumbuk menjadi bubuk dan disedu dengan air hangat. Sebelum akhirnya menyebar di Eropa, Turki – di bawah kekhalifahan Ottoman – adalah Negara pertama di dunia yang memperkenalkan istilah kedai kopi atau coffeehouse, yang kemudian berkembang di Negara-negara Arab. Di coffeehouse itu, orang kerap melakukan berbagai pertemuan (termasuk pertemuan politik) dan berbagai kegiatan kebudayaan (termasuk mendongeng).
Perkembangan coffeehouse semakin menjamur di dunia tatkala utusan Sultan Muhammad IV mendatangi Paris, Perancis. Utusan sang Sultan itu membawa berkarung-karung biji kopi dan “mengajari” minum kopi di kalangan para bangsawan Perancis. Sejak itulah menjamur berbagai kedai kopi di Perancis, yang kerap diberi nama ‘Café”. Dari Perancis-lah – kemudian, istilah café menyebar ke seluruh Eropa dan dunia. Café – seperti kata Habermas – menjadi lembaga publik baru di Eropa Barat yang sekaligus menjadi ruang perjumpaan kaum borjuis untuk berbincang dan mengisi waktu luang.
Transformasi Kafe
Seiring perkembangan jaman, Café atau Kafe (dalam bahasa Indonesia) tak hanya melulu menyajikan menu minuman kopi. Kafe berkembang menjadi semacam “warung” dengan sajian yang lebih beragam. Kudapan, camilan, makanan, dan jenis-jenis minuman lain menjadi menu tambahan yang disajikan oleh sebuah Kafe. Kopi tidak lagi menjadi menu satu-satunya, meskipun tetap ada. Namun demikian, meskipun Kafe telah bertransformasi sedemikian rupa dengan menyajikan berbagai menu, ungkapan “ngopi” masih sering dipakai untuk merujuk aktivitas makan, minum atau berkumpul di Kafe.
Di samping itu, Kafe juga bertransformasi dalam bentuk tampilan (eksterior maupun interior), sajian hiburan tambahan, dan tema yang diusung mengikuti selera pasar atau mengikuti inovasi sang pemilik Kafe. Di Kota Malang, misalnya, ada Kafe bernama “Coffe Story”. Kafe yang terletak di Jalan Kawi Atas no 23 Malang ini mempunyai keunikan dalam hal tema yang di usung. Coffe Story – sesuai dengan namanya – mengusung tema menghadirkan cerita tentang segala hal tentang kopi. Di Kafe ini, pelanggan disuguhi segala pengetahuan tentang kopi. Mulai dari cara minum kopi yang benar sampai melihat secara langsung proses pembuatan kopi, dari biji kopi sampai menjadi kopi yang bisa diminum, yang diperagakan oleh seorang barista. Pelanggan pun, jika mau, bisa melakukannya sendiri. Di samping itu, Coffe Story juga menyajikan menu segala varian kopi, baik lokal maupun internasional, di samping menu-menu pendamping. Luwak coffe, Espresso, Latte, Papua Kimbin, Toraja Coffe, Flores Bajawa, Uganda Bugisu adalah beberapa jenis kopi yang ditawarkan di Kafe ini. Di luar Coffe Story, masih banyak Kafe di Malang yang mencoba tampil beda untuk menggaet pelanggan.


Namun, di Kota Malang, ada juga Kafe yang memposisikan diri bukan untuk mengeksploitasi gaya hidup urban, tetapi menjadi ruang untuk melakukan dialektika pemikiran. Kedai Kopi Tjangkir 13 dan Warung Kelir adalah contoh Kafe yang hadir sebagai tempat pertemuan orang-orang tedidik untuk melakukan diskusi masalah-masalah politik, dan kebudayaan. Di kedua Kafe ini, kegiatan-kegiatan rutin yang sering dilakukan adalah berdiskusi tentang isu-isu politik. Artinya, Kedai Kopi Tjangkir 13 dan Warung Kelir tidak memposisikan sebagai bagian dari sub-kultur mainstream budaya borjuasi urban Kafe-Kafe di Malang.
Kafe dan Kebudayaan Borjuasi Urban
Kafe merupakan produk kebudayaan borjuasi urban yang sering dipakai oleh komunitas-komunitas tertentu di perkotaan untuk menjadi tempat mengisi waktu senggang. Bahasa anak muda, Kafe adalah tempat untuk nongkrong, hangout, kongkouw-kongkouw atau cuci-mata. Artinya, dalam perspektif kebutuhan, ngopi di Kafe adalah sebuah kebutuhan sekunder atau bahkan tersier. Ngopi di Kafe bukanlah sebuah kebutuhan primer.
Namun, karena Kafe telah menjadi bagian dari sub-kultur budaya urban, “ngafe” tidak lagi dianggap sebagai kebutuhan sekunder atau tersier tetapi telah menjadi kebutuhan primer. Ngopi di Kafe atau makan di Kafe merepresentasikan sebuah kebudayaan borjuasi urban. Artinya, seseorang baru sah dianggap sebagai orang kota jika dia telah terlibat dalam budaya “ngafe” ini. Hal ini juga berlaku di kalangan mahasiswa yang “dipaksa” untuk mengikuti irama budaya borjuasi urban ini.
Lebih lagi, sejak tahun 2000-an, Kafe di Kota Malang terus tumbuh pesat, menawarkan berbagai macam varian, yang juga berimplikasi pada habitus mahasiswa. Hadirnya Kafe-Kafe itu mendorong mahasiswa Malang untuk menghabiskan waktu senggang dengan “ngopi”. Kedai Kopi (dan ketan) di sisi Barat Alun-Alun Kota Batu adalah salah-satu tempat favorit para mahasiswa untuk kongkouw-kongkouw sambil menikmati sejuknya kota Batu.

Sebagaimana diuraikan oleh Habermas, bagi mahasiswa, kedai kopi atau Kafe merupakan institusi publik yang dimanfaatkan sebagai ruang untuk mendeliberasikan diskursus publik. Di Kafe, secara egaliter, mahasiswa melakukan perbincangan-perbincangan tentang masalah kuliah, tugas-tugas, hobi, aktivitas organisasi, sampai masalah politik. Formalitas kuliah yang kaku dan rigid menjadi cair saat diperbincangkan di Kafe. Lebih lagi, jika dalam aktivitas ngopi itu, satu atau dua dosen ikut nimbrung, suasana egaliter semakin terasa.
(Sumber: Siperubahan.com)
Read User's Comments0
Perencanaan Bisnis Cafe
Diposting oleh
Kris
|
Label:
Seputar Cafe
Coffee shop adalah sebuah lahan bisnis menjanjikan jika kamu tahu bagaimana cara mengembangkannya. Pertumbuhan kafe di Indonesia sendiri sudah mengalahkan pertumbuhan jamur di musim hujan. Tak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung atau Surabaya, kota-kota kecil sekalipun sudah memiliki banyak sekali gerai kopi yang menjamur meski memiliki standar dan pasar yang berbeda-beda.
Bagi kamu yang ingin membuka coffee shop tentu hal ini tidaklah semudah menyeduh kopi ke dalam cangkir. Karena coffee shop adalah sebuah bisnis yang memiliki banyak aspek yang harus diperhatikan. Jadi kafe yang sukses bukan berdasarkan modal belaka. Sebelum kamu membuka gerai kopi, ada baiknya membaca artikel ini yang tentunya akan membantu kamu mempertimbangkan hal sebelum terjun ke dunia yang sebenarnya menjanjikan.
Membuat Rencana Bisnis yang Kuat
Sebelum memulai membangun kafe, kamu tentunya harus membuat sebuah business plan yang matang. Yang termasuk di dalam business plan ini adalah gerai kopi seperti apa yang ingin kamu dirikan, bagaimana coffee shop ini mendatangkan keuntungan, kostumer seperti apa yang menjadi sasaran kamu, memelajari para kompetitior kamu, merencanakan perkembangannya di masa depan serta memelajari pemecahan masalah jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Sebuah business plan sangat dibutuhkan saat kamu memulai bisnis ini. Karena tanpa rencana sebuah gerai mungkin takkan bisa berjalan seperti yang diharapkan.
Konsep
Di era sekarang tidak ada kafe yang berdiri tanpa sebuah konsep. Oleh karena itu sebelum memulai bisnis ini, kamu juga harus memikirkan konsep apa yang akan dibawa oleh coffee shop kamu. Jika konsep telah terbentuk, tentunya akan memudahkan kamu untuk membuat interior dan juga menilik target pasar. Konsep yang terbentuk dengan matang akan membantu bagaimana interior terbangun kelak. Karena sebuah coffee shop tentulah mengunggulkan kenyamanan maka interior yang menarik dan nyaman juga diperlukan. Semuanya akan dengan mudah diwujudkan jika kamu sudah memiliki konsep yang jelas.
Interior
Jika konsep sudah benar-benar matang, maka kamu harus memikirkan interior yang sesuai konsep kafe kamu. Interior haruslah nyaman dan membuat pelanggan betah saat menikmati makanan dan minuman. Perhatikan pemilihan meja dan kursi, pencahayaan dan juga warna ruangan. Karena semua elemen tersebut membantu membuat gerai kopi kamu menjadi nyaman.
Diperlukan Seorang Akuntan
sa akuntan sangat diperlukan di sebuah coffee shop. Keahlian akuntan yang hadir di kafe kamu akan membantu banyak hal. Pembukuan dan laporan akan memudahkan kamu mengontrol segala hal yang melibatkan finansial. Dengan hadirnya akuntan, kamu tak perlu repot lagi memikirkan urusan finansial yang tentunya tak bisa dianggap enteng karena merupakan hal inti yang memengaruhi berhasilnya gerai kopi yang kelak akan kamu dirikan. Jika kamu menekan budget untuk menyewa jasa seorang akuntan, kamu bisa belajar menjadi akuntan. Jadilah akuntan untuk kafe kamu sendiri tapi sebelumnya harus benar-benar belajar dari mereka yang sudah ahli.
Pendanaan
Mendirikan sebuah coffee shop tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit. Jika kamu telah memiliki modal yang cukup, mungkin masalah dana awal bukanlah hal yang besar. Tapi jika kamu ingin mendirikan gerai dengan investor atau teman-teman, masalah pendanaan harus dibicarakan matang-matang. Buatlah perjanjian sebelum bisnis berjalan. Segala sesuatu yang menyangkut bisnis harus berasaskan terus terang agar tak menimbulkan hal-hal kurang menyenangkan di kemudian hari.
Sebelum menghabiskan tabungan kamu, kamu harus tahu bahwa untuk enam bulan ke depan kafe kamu mungkin belum menghasilkan keuntungan. Segala usaha yang baru dirintis biasanya merugi dulu pada awalnya. Untuk itu sangat disarankan kamu memiliki tabungan yang cukup menghidupi kamu sampai enam bulan ke depan. Karena kamu pasti tidak mau hidupmu terganggu secara finansial gara-gara bisnis ini belum menghasilkan.
Pemasaran
Berada di lokasi yang strategis tidaklah cukup untuk membuat coffee shop kamu dikenal orang. Kamu memerlukan strategi lebih agar bisnis ini diketahui dan meluas ke berbagai kalangan. Dan di sinilah kekuatan marketing dibutuhkan. Pada pembukaan hari pertama mungkin kamu bisa memberi sampel kopi gratis kepada pelanggan. Selain itu mungkin kamu bisa membuat promo sampai batas waktu yang ditentukan agar menjaring pelanggan. Optimasi sosial media yang sekarang menjadi salah satu layanan iklan gratis yang cukup efektif. Jangan pernah abaikan kekuatan sosial media karena sekarang sosial media sangat banyak membantu bisnis seperti ini. Selain itu mungkin kamu bisa mengundang beberapa media untuk datang dan meliput kafe kamu. Juga bisa mengadakan workshop menarik yang membuat pelanggan datang dan tentu sambil terus berinovasi.inya pemasaran jangan hanya dilakukan pada awal pembukaannya saja. Pemasaran harus dilakukan terus menerus untuk pertumbuhan bisnis yang lebih baik.
Eksterior
Interior menarik dan nyaman memamg merupakan faktor penting. Tapi jangan pernah lupakan pentingnya eksterior sebuah gerai kopi. Kenapa? Karena eksterior menarik adalah faktor pertama yang dilihat orang. Eksterior unik akan menarik orang untuk masuk karena rasa penasaran yang dia punya. Jadi sangat disarankan untuk membuat eksterior yang bisa memancing keingintahuan orang terhadap kafe kamu.
Kualitas Rasa
Semua hal dipaparkan di atas tidak akan ada gunanya jika makanan dan minuman yang dihasilkan kamu jauh dari kualitas yang diharapkan. Jadi pastikan makanan dan minuman yang ada di kafe kamu terjaga kenikmatannya dan membuat pelanggan tak mudah lupa dan tentunya mau jadi pelanggan setia.Sejarah Cafe Dan Tren Saat Ini
Diposting oleh
Kris
|
Label:
Seputar Cafe
Sejarah Cafe

Kata Kafe berasal dari bahasa Perancis yaitu cafe yang berarti coffe dalam bahasa Indonesia kopi atau coffehouse dalam bahasa Indonesia kedai kopi, istilah ini muncul pada abad ke 18 di Inggris. Kopi pertama kali masuk ke Eropa pada tahun 1669 ketika utusan sultan Mohammed IV berkunjung ke Paris, Perancis, dengan membawa berkarung-karung biji misterius yang nantinya dikenal dengan nama coffee.
Ketika utusan Sultan meninggalkan Paris pada bulan Mei tahun berikutnya, kebiasaan menikmati kopi yang dikenalkannya pada kaum bangsawan Paris telah menjadi mode baru Yang kemudian di tahun 1672 seorang pengusaha muda asal Armenia, yang dikenal dengan nama Pascal menjualnya secara umum, pertama-tama di sebuah pameran besar di Saint Germain dan kemudian di sebuah toko kecil yang berlokasi di Quai de Evole, dimana ia menjual kopi dengan harga dua sol, enam dernier (sekitar dua penny Inggris) satu cangkir.
Adalah Jean de la Rogue yang berperan penting dala sejarah kopi di Perancis, ia menulis bahwa ketika tahun 1714 ia berjalan bergegas menuju jalan besar ke arah Jardin des Plants, dimana hampir tidak ada satu kota pun yang tidak memiliki kedai kopi / kafe.
Penyebaran Kafe / Coffe House di Eropa ini terjadi melalui jalur perdagangan, ke wilayah italia yang dikenal dengan sebutan Caffe yang hanya berbeda penulisan saja. Yang kemudian pada tahun 1839 muncul kata cafetaria dalam bahasa Amerika English yang berasal dari bahasa Mexican Spanish untuk menyebutkan sebuah kedai kopi.
Tren Bisnis Cafe

Keberadaan Kafe / café makin lama makin menjamur. Selain mall sebagai tempat jalan-jalan dan ngadem-nya masyarakat perkotaan, café menjadi alternatif tempat nongkrong dan ngrumpi. Di Jakarta, setidaknya ada lebih dari 300 café yang beroperasi. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Kafe Restoran Indonesia (Apkrindo), jumlah kafe dan restoran di Surabaya pun tumbuh pesat sebesar 15-20% pada tahun 2012, dan akan terus meningkat. Begitu juga dengan café-café yang ada di kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Denpasar, yang bukan main banyaknya. Semua ini menandakan bahwa bisnis ini cukup diandalkan dan menjanjikan.
Berbicara dan melihat perkembangan bisnis kafe yang cukup pesat saat ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari asal-usul munculnya bisnis ini di Indonesia. Dan bisnis cafe bermula dari minuman dengan kata-kata yang mirip, yaitu kopi. Ide untuk memodernkan cara meminum kopi memang bukan asli dari Indonesia. Gagasan ini diawali dari langkah bersejarah dari kemunculan Starbucks, yang kemudian membuat masyarakat berpikir bahwa minum kopi pun bisa terlihat berkelas dan 'wah'. Begitu juga ketika Starbucks hadir di Indonesia. Ide brillian warung kopi kelas atas inilah yang lalu diadaptasi oleh masyarakat. Sejak saat itu, berbondong-bondong lahirlah cafe-cafe yang menyuguhkan kopi dengan suasana modern. Harga yang jauh lebih mahal dari kopi sachet pun akhirnya bisa ditoleransi dengan alasan kenyamanan dan standard gaya hidup tingkat tinggi yang ingin dimiliki oleh semua orang.

Perlahan namun pasti, acara ngopi di cafe menjadi bagian dari gaya hidup, yang tanpanya seakan membuat kita menjadi kurang gaul dan bahkan terkesan kampungan. Aktivitas ini kemudian menjadi ajang kumpul-kumpul dengan kolega, teman kuliah, arisan, reuni, ngobrol soal bisnis, curhat, dan bahkan meeting. Tapi, lebih dari itu, sebenarnya kini café telah menjadi bagian dari identitas dan eksistensi masyarakat pecintanya. Kopi pun menjadi lebih membaur lagi dengan banyaknya variasi minuman ini, mulai dari pencampuran dengan coklat, susu, krimer, es, dan gula. Ditemani dengan aneka makanan ringan seperti puding, kue, dan bermacam-macam roti yang menemani suasana santai, semakin membuat kegiatan menyesap kopi menjadi lebih elegan. Semua itu untuk memfasilitasi mereka yang ingin turut serta menikmati gaya hidup mewah dan seni minum kopi.
Suasana seperti ini kemudian menjadi peluang yang lebih besar bagi orang-orang yang tergiur manisnya bisnis cafe. Mereka berpendapat bahwa selama masyarakat tidak keberatan dengan harga yang mahal dan menginginkan gaya serta kenyamanan, maka bisnis cafe bisa dikembangkan. Cafe pun menjamur. Tidak hanya fokus pada menu kopi, cafe mulai memperluas lingkup pada menu-menu yang lain. Kini, bisa kita temukan cafe yang khusus menyajikan menu es krim, hasil olahan susu, cafe yogurt, coklat, brownies, cookies, dan masih banyak lagi menu-menu yang disajikan di tempat makan berkonsep cafe.

Cafe sendiri merupakan sebuah konsep induk yang kemudian dikembangkan lagi dalam subkonsep tempat makan yang lebih rinci. Dari situ, pemilik cafe lalu memperjelas lagi dengan tema desain ruang yang artistik. Saat ini, nyaris tidak bisa ditemui cafe yang biasa saja tanpa mengusung tema tertentu. Demi kenyamanan dan pengalaman eksklusif para pengunjung, para pemilik cafe berlomba menentukan tema yang unik, cantik, dan dieksekusi dengan kecerdikan para interior designer. Saat ini, tema vintage, retro, dan kampung adalah yang paling banyak digemari. Semua konsep itu dikemas secara apik dan modern, sehingga setiap pengunjung memperoleh suasana berbeda yang tidak akan didapat di tempat lain. Nah, suasana beda inilah yang juga meningkatkan daya saing bisnis café. Semua pengelola berlomba-lomba menciptakan tempat yang memberikan pengalaman dan nuansa baru yang eksklusif. Salah satu tolok ukur keberhasilannya adalah ketika banyak pengunjung yang mulai mengeluarkan ponsel dan berpose.
Selain menu dan konsep tata ruang, café juga harus didukung dengan strategi marketing yang maksimal. Apalagi di kota-kota besar, tempat bisnis hiburan tumbuh pesat, promosi dan taktik pemasaran wajib dikuasai. Tidak hanya promo di momen-momen special, café juga kerap menghadirkan entertainment tambahan melalui serangkaian event dan paket-paket khusus. Tidak jarang, pengelola bersedia memberikan space secara gratis, bahkan sengaja menyewa Event Organizer untuk menyiapkan event sebagai daya tarik pengunjung. Pengelola juga membuat harga paket khusus untuk acara tertentu, misalnya ulang tahun. Memang, jika tidak pandai-pandai mengelolanya, bisa dipastikan café tersebut akan tenggelam, seperti yang sering terjadi di banyak café yang hanya modal nekat.
(Sumber: Arthinkel.com)
Pengertian Rumah Makan
Diposting oleh
Kris
|
Label:
Seputar Cafe

Menurut Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.KN.73/PVVI05/MPPT-85 tentang Peraturan usaha Rumah Makan, dalam peraturan ini yang dimaksud dengan usaha Jasa Pangan adalah : “Suatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial”.
Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/Per/89 tentang persyaratan rumah makan maka yang dimaksud rumah makan adalah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya.

Sedangkan Wojowasito dan Poerwodarminto (Marsyangm, 1999:71) mengklasifikasikan restoran atau rumah makan menjadi beberapa tipe, antara lain:
A’la Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri.
Table D ‘hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menu table d’hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pernbuka sampai penutup) dan tertcntu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
Coffe Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya system pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan.
Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.
Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar..
Continental Restaurant : adalah suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai.
Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan.
Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bagi para tamu dari luar.
Discotheque : adalah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band. Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack.
Fish and Chip Shop : adalah suatu restoran yang banyak terdapat di Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik (chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi . jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu.
Grill Room (Rotisserie) : adalah suatu restoran yang menyedikan bermacam-macam daging panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi dcngan sekat dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging yang dikehendaki dan melihat sendiri bagaimana memasaknya. Grill room kadang-kadang disebut juga sebagai steak house.
Inn Tavern : adalah suatu restoran dengan harga cukupan yang dikelola oleh perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat dekat dan ramah, dengan tamu-tamu. Sedangkan hidangannya lezat-lezat.
Night Club/Super Club : adalah suatu restoran yang pada umumnya mulai dibuka menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang ingin santai. Dekorasinya mewah, pelayanannya megah. Band merupakan kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi sehingga manaikkan gengsi.
Pizzeria : adalah suatu restoran yang kusus menjual pizza. Kadang-kadang juga ada spaghetty atau makanan khas Italia lainnya.
Pan Cake Hoii.se/Creperie : adalah restoran yang khusus menjual pun cake dan crepe yang diisi dengan berbagai macam manisan didalamnya.
Pub : pada mulanya merupakan tempat hiburan umum yang mendpat izin menjual minuman bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu mendapatkan minumannya dari counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan). Pengunjung dapat menikmat; sambil duduk atau berdiri. Hidangan yang tersedia berupa snack seperti pies dan sandwich. Sekarang kita bisa mendapatkan banyak hidangan pengganti di pub.
Snack Bar/Cqfe/Milk Bar : adalah semacam restoran cukupan yartg sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat dimana para tamu mengumpulkan makanan mereka diatas baki yang diambil dari atas kounter dan kemudian membawanya kemeja makan. Para tamu bebas memilih makanan yang disukainya. Makanan yang disediakan biasanya adalah hamburger, sausages dan sawhvich.
Specialitiy Restaurant : adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoran semacam ini menyediakan masakan Cina, Jepang, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tatacara negara tempat asal makanan spesial itu.
Terrace Restaurant : adalah suatu restoran yang terletak di luar bangunan, namun pada umumnya masih berhubungan dengan hotel maupun restoran induk. Di negara-negara barat pada umumnya restoran tersebut hanya buka pada waktu musim panas saja.
Gourmet Restoran : adalah suatu restoran yang menyelenggarakan pelayanan makan dan minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini ialah makanan dan minumannya yang lezat-lezat, pelayanannya megah dan harganya cukup mahal.
Family Type Restaurant : adalah suatu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan.
Main Dining Room : adalah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamu-tamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal.
Langganan:
Postingan (Atom)










